.

Cinta Keindahan

Oleh: Tito Erland S Aku mencintainya karena engkau ya Rab Kerena Engkau Maha Indah dan pencinta keindahan Aku mencintainya karena diriMu menganugrahkan keindahan abadi yang terpatri jelas dalam setiap inci tubuhnya Keindahan yang mendekati kesempurnaan keindahanMu Meskipun aku yakin tak satupun yang dapat menyamai keindahanMu Aku tak kan mengkhianati rasa ini ya Rab Karena rasa ini adalah anugerah manis dari Mu Akan ku jaga baik-baik rasa ini Ku masukan dalam kotak hati yang dikawal oleh seribu penjaga Entah sampai kapan Mungkin selamanya Untuk keindahan yang kukenal ketika malam tiba, ketika hujan selesai menyirami bumi ini, ketika aku diperkenalkan keindahan itu oleh sahabatku. Ketika itu 14 Oktober 2008

blog baru

halo semuanya, para pembaca blogku (hehe..kayak ada yang baca). aq ganti blog lg. yg kemaren rusak trus diapus, jadi sekarang ganti, tapi masih pake nama yang sama.tapi ya gitu, tulisannya jadi pada ilang, udah gitu males upload lagi. jadi maklum kalo tulisan di blog baru ini masih dikit. so enjoy my blog...

Sekeping Nasib

Oleh: Tito Erland S Malam ini Sang Pencipta Kehidupan membukakan pintu-pintu surganya. Dari dalamnya tercium aroma semerbak surgawi yang dapat menentramkan jiwa siapapun yang menghirupnya. Dia mendengar, batinku. Sungguh mulia Dia, mau mempertemukan diri ini dengan mimpi-mimpi yang telah lama kurangkai. Syair yang selama ini kulantunkan rupanya telah bermetamorfosis menjadi sebongkah realitas yang dapat kugenggam. Dia Maha Tahu, Maha Mengerti, maka dengan kekuasaanNya diutuslah seorang bidadari untuk menemaniku. Bidadari itu memiliki rupa yang sangat jelita, wajahnya menunjukan kecantikan abadi yang tak kan sirna termakan waktu. Rambutnya yang hitam legam dibiarkannya tergurai, menambah daya magis dalam dirinya. Matanya yang penuh keteduhan sesekali menatapku, semakin membuat hatiku melumer. Sungguh suatu mukjizat aku dapat menatapnya sedekat ini. Malam ini sungguh malam yang sangat indah. Segenap alam seakan mendukungku agar melanjutkan sekeping nasib yang telah ku genggam. Purwokerto, 14 Oktober 2008.